Recent Post

Membeli rumah adalah langkah besar yang melibatkan berbagai biaya, termasuk beberapa jenis pajak yang wajib dibayar. Berikut adalah jenis-jenis pajak yang harus Anda perhatikan ketika membeli rumah di Indonesia:

1. Pajak Penghasilan (PPh) Final
Pihak yang Membayar: Penjual
Besaran: 2.5% dari harga jual properti.
Dasar Hukum: Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016, pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Pajak ini wajib dibayar oleh penjual sebelum proses jual beli diselesaikan.

2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Pihak yang Membayar: Pembeli
Besaran: 5% dari nilai perolehan objek pajak (NPOP) dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). NJOPTKP berbeda-beda di setiap daerah.
Dasar Hukum: Diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. BPHTB ini merupakan pajak yang dikenakan kepada pembeli atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.

3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pihak yang Membayar: Pembeli
Besaran: 10% dari harga jual rumah baru, jika penjual adalah pengusaha kena pajak.
Dasar Hukum: Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan PPnBM. Pajak ini dikenakan atas penyerahan barang kena pajak di dalam daerah pabean oleh pengusaha kena pajak.

4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pihak yang Membayar: Pemilik properti (pembeli setelah proses jual beli selesai)
Besaran: Dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) tanah dan bangunan. Tarif PBB ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Dasar Hukum: Diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. PBB dibayar setiap tahun oleh pemilik properti.

Biaya Administrasi Tambahan
Selain pajak-pajak tersebut, pembeli juga harus mempertimbangkan biaya administrasi lainnya yang terkait dengan proses pembelian rumah:
Biaya Notaris: Untuk pengurusan akta jual beli dan sertifikat tanah.
Biaya Balik Nama: Untuk pengurusan balik nama sertifikat tanah dari penjual ke pembeli.
Biaya Pengecekan Sertifikat: Untuk memastikan status dan keabsahan sertifikat tanah.

Membeli rumah di usia muda dapat menjadi langkah finansial yang bijak dan strategis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa investasi properti di usia muda sangat menguntungkan:

1. Investasi Jangka Panjang
Membeli rumah di usia muda memberi Anda lebih banyak waktu untuk menikmati apresiasi nilai properti. Harga rumah cenderung meningkat seiring waktu, sehingga membeli lebih awal memungkinkan Anda memanfaatkan kenaikan nilai properti dalam jangka panjang. Selain itu, rumah dapat menjadi aset berharga yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

2. Stabilitas Keuangan
Memiliki rumah sendiri memberikan stabilitas finansial yang lebih baik dibandingkan dengan menyewa. Ketika Anda menyewa, biaya sewa bisa naik setiap tahun dan Anda tidak mendapatkan kepemilikan aset. Dengan membeli rumah, Anda mengunci biaya perumahan Anda melalui cicilan hipotek tetap, yang dapat lebih mudah diatur dalam anggaran jangka panjang.

3. Sumber Pendapatan Pasif
Rumah dapat menjadi sumber pendapatan pasif jika Anda memutuskan untuk menyewakannya. Pendapatan sewa dapat membantu menutupi biaya hipotek atau bahkan memberikan keuntungan tambahan. Ini adalah cara yang baik untuk memaksimalkan investasi properti Anda dan menciptakan aliran pendapatan tambahan.

4. Keuntungan Pajak
Pemilik rumah sering kali memenuhi syarat untuk berbagai keuntungan pajak yang tidak tersedia bagi penyewa. Bunga hipotek dan pajak properti biasanya dapat dikurangkan dari pajak penghasilan, mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar setiap tahun. Ini bisa menjadi penghematan yang signifikan, terutama di tahun-tahun awal kepemilikan rumah.

5. Membangun Ekuitas
Setiap pembayaran hipotek yang Anda lakukan membantu Anda membangun ekuitas di rumah Anda. Ekuitas adalah nilai rumah Anda dikurangi saldo hipotek yang masih terutang. Semakin lama Anda memiliki rumah dan melakukan pembayaran, semakin besar ekuitas yang Anda bangun, yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman di masa depan atau sebagai dana darurat.

6. Fleksibilitas dan Kendali
Memiliki rumah memberikan Anda fleksibilitas dan kendali penuh atas properti Anda. Anda dapat melakukan renovasi, dekorasi, dan perbaikan sesuai keinginan tanpa perlu izin dari pemilik. Ini memungkinkan Anda menciptakan lingkungan hidup yang benar-benar mencerminkan gaya dan kebutuhan Anda.

7. Meningkatkan Kualitas Hidup
Rumah yang dimiliki sendiri dapat memberikan rasa pencapaian dan keamanan emosional. Memiliki tempat yang bisa disebut "rumah" memberikan perasaan stabilitas dan identitas, yang dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, memiliki rumah di lingkungan yang baik dapat memberikan akses lebih baik ke fasilitas seperti sekolah, taman, dan pusat perbelanjaan.

8. Mengatasi Inflasi
Properti cenderung menjadi lindung nilai yang baik terhadap inflasi. Ketika harga barang dan jasa naik, nilai properti biasanya juga meningkat. Dengan memiliki rumah, Anda melindungi diri dari kenaikan biaya sewa dan memastikan bahwa aset Anda tumbuh seiring dengan inflasi.

9. Persiapan Masa Depan
Membeli rumah di usia muda memberi Anda waktu untuk melunasi hipotek sebelum memasuki masa pensiun. Dengan begitu, Anda bisa menikmati masa pensiun tanpa beban cicilan rumah, memungkinkan Anda untuk mengalokasikan dana pensiun untuk kebutuhan lain atau menikmati gaya hidup yang lebih nyaman.

Memilih rumah adalah salah satu keputusan penting dalam hidup yang membutuhkan pertimbangan matang. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memilih rumah yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran:

1. Tentukan Anggaran
Menetapkan anggaran adalah langkah pertama dan paling krusial. Hitung total biaya yang Anda sanggupi, termasuk uang muka, cicilan bulanan, pajak, asuransi, dan biaya pemeliharaan. Memiliki anggaran yang jelas akan membantu Anda mempersempit pilihan dan menghindari rumah yang melebihi kemampuan finansial Anda.

2. Pilih Lokasi yang Strategis
Lokasi adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan. Pertimbangkan aksesibilitas ke tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, periksa juga infrastruktur jalan dan transportasi umum di sekitar area tersebut. Lokasi yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga nilai investasi properti Anda.

3. Periksa Fasilitas Sekitar
Pastikan rumah yang Anda pilih memiliki akses ke fasilitas umum seperti taman, area bermain, pusat kebugaran, dan tempat ibadah. Fasilitas yang memadai di sekitar lingkungan akan meningkatkan kualitas hidup Anda dan keluarga.

4. Evaluasi Lingkungan Sekitar
Lingkungan sekitar rumah sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan. Lakukan survei ke daerah tersebut untuk memahami tetangga dan tingkat keamanan. Periksa juga kebisingan dan polusi udara yang mungkin mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan Anda.

5. Cek Kondisi Bangunan
Memeriksa kondisi fisik rumah adalah hal yang penting. Perhatikan struktur bangunan, kondisi atap, sistem pipa dan listrik, serta kualitas material yang digunakan. Jika perlu, sewa jasa inspeksi profesional untuk memastikan tidak ada masalah tersembunyi yang dapat mengganggu di kemudian hari.

6. Pertimbangkan Potensi Pengembangan
Periksa potensi pengembangan daerah di sekitar rumah. Daerah yang sedang berkembang biasanya menawarkan peningkatan nilai properti di masa depan. Periksa rencana pengembangan infrastruktur oleh pemerintah atau pengembang setempat yang dapat mempengaruhi nilai properti.

7. Sesuaikan dengan Kebutuhan Keluarga
Pilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda. Pertimbangkan jumlah kamar tidur, luas ruang tamu, dapur, dan halaman. Jika Anda memiliki anak, pastikan rumah memiliki area bermain yang aman. Jika Anda bekerja dari rumah, pertimbangkan ruang kerja yang nyaman.

8. Pertimbangkan Faktor Keamanan
Keamanan adalah prioritas utama. Periksa sistem keamanan di rumah, seperti CCTV, pagar, dan satpam. Selain itu, pastikan daerah sekitar memiliki tingkat kejahatan yang rendah dan lingkungan yang ramah.

9. Riset Harga Pasar
Lakukan riset harga pasar untuk properti serupa di daerah yang Anda pilih. Ini akan membantu Anda menentukan apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kondisi dan lokasi rumah. Anda juga bisa menegosiasikan harga dengan lebih baik jika memiliki data harga pasar yang akurat.

10. Konsultasikan dengan Ahli Properti
Jika Anda merasa kesulitan dalam menentukan pilihan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan agen properti atau ahli properti. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat membantu Anda menemukan rumah yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.

Memilih rumah adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan pertimbangan dan riset mendalam. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan menemukan rumah yang ideal untuk Anda dan keluarga.



Lokasi




(Deli Serdang) Jalan Lokasi (Samping Vihara Ti Cang Tien)
Medan
 

Harga Rp. 336.000.000 

Sertifikat Hak Milik
Kamar tidur: 3
Kamar mandi: 1
Luas tanah: 104 m2 ( 8x13 )
Luas bangunan: 60
Berapa lantai? 1

Tipe Cavilla

Luas Bangunan : 60m2
Luas Tanah : 8x13 (104m2)

Harga: 336.000.000
Booking Fee: 10.000.000
Sisa : 326.000.000

Dp min 10%: 32.600.000
Plafon KPR: 293.400.000

Asumsi bulanan KPR, bunga 9.9% :
5 Tahun : Rp.6.220.000 / bulan
10 Tahun : Rp.3.862.000 / bulan
15 Tahun : Rp.3.135.000 / bulan

Free PPn, BPHTB, adm.KPR, Peningkatan ke SHM, Notaris, Meteran air dan listrik....

Labels